Jun 04

AFRICA: Madagascar, The African Ruby

Madagascar

 

Republik Madagaskar, dalam bahasa Malagasy Repoblikan’i Madagasikara, adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu.

Untuk menyebut bahasa dan bangsanya dipakai nama “Malagasy”.

Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.

Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.

Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Etnis pribumi sendiri seperti Merina dan Betsileo tergolong kedalam rumpun bangsa Austronesia dengan penampilan fisik yang serupa dengan Ras Melayu. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Madagaskar

Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Letaknya berada di benua Afrika, tetapi sebenarnya Madagaskar adalah pisahan dari India. Masih banyak yang memperdebatkan tentang siapa yang pertama menempati Madagaskar. Ada yang berpendapat bahwa orang Indonesia lah yang pertama, ada juga yang berpendapat orang Afrika, ada juga yang berpendapat orang India dan Arab. Campuran dari pendatang ini membuat kebudayaan Madagaskar menjadi perpaduan antara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

* * *

 

Bahasa Madagaskar

Rumpun bahasa Malagasy adalah sekelompok bahasa dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia dan merupakan kelompok yang paling barat dari rumpun Austronesia.

Lebih tepatnya, kelompok Malagasy dimasukkan dalam rumpun bahasa Barito Raya, yang semua bahasa lainnya ditutur di bagian selatan pulau Borneo.

Bahasa nasional Madagaskar adalah bahasa “Plateau” (“dataran tinggi”).
Akibat hubungan perdagangan dan sejarah, bahasa Malagasi memiliki perkataan pinjaman yang berasal dari bahasa Bantu, bahasa Arab, bahasa Prancis, serta bahasa Inggris.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Malagasy

Malagasy People

Dari asal muasal bahasa Malagasi (sebutan untuk penduduk Madagskar) bisa kita simpulkan bahwa kemungkinan besar teori yang benar tentang pendatang pertama ke Madagaskar adalah orang Indonesia. Bahasa Malagasi ini mirip dengan bahasa Dayak Manyaan (Kalimantan), bahkan saat mereka beribadah mereka menghadap ke arah Pulau Kalimantan.

Ada beberapa kosa kata yang terdengar sangat mirip dengan kosakata dalam bahasa Austronesia. Bahasa yang mirip dengan bahasa yang kita pergunakan sehari-hari ini, dipergunakan oleh suku etnis Merina di Madagaskar. Dari segi fisik, suku Merina mirip sekali dengan orang Indonesia terutama Jawa. Dahulu di Merina terdapat kerajaan yang berjaya sekali. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa konon katanya Patih Gajah Mada yang dulu pernah memimpin ekspedisi pelayaran ke Madagaskar, menghabiskan sisa hidupnya disana karena tidak mungkin untuk pulang kembali ke Indonesia.

* * *

 

Makanan Madagaskar

Ketika berwisata ke negeri ini, tidak usah takut lidah tak cocok dengan makanannya. Hidangan di Madagaskar, terutama di Tananarive, Diego, dan Tulear lezat. Makanan utama mereka sama seperti kita di Indonesia: nasi. Lauknya bisa daging zebu, ikan, tiram, udang, tripang. Ada makanan ringan yang patut dicoba yaitu koba, terbuat dari nasi, pisang, dan kacang. Belum lagi sajian seafood salad-nya yang memancing selera.

Namun, tidak demikian halnya makanan di “Avato Latsaka”, tempat persinggahan para supir. Meskipun pelayanannya lumayan cepat, karena belum lagi tamu duduk di salah satu dari empat bangku kayu yang ada, sudah datang seorang wanita cantik membawa daftar menu. Tapi setiap kali menunjuk menu yang tertera, si nona menjawab tsy msy yang artinya tidak ada. Ternyata daftar menu itu hanya buat gaya-gayaan. Yang ada cuma “menu hari ini”: sepiring nasi dan semangkuk kuah, tak ada ayam dimasak dengan kelapa segar atau udang galah masak jahe dan jeruk lemon.

sumber: http://klipingut.wordpress.com/2008/03/09/madagaskar-surga-para-pencinta-alam/

* * *

Republik Madagaskar, dalam bahasa Malagasy Repoblikan’i Madagasikara, adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu.

Untuk menyebut bahasa dan bangsanya dipakai nama “Malagasy”.

Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.

Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.

Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Etnis pribumi sendiri seperti Merina dan Betsileo tergolong kedalam rumpun bangsa Austronesia dengan penampilan fisik yang serupa dengan Ras Melayu. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.

5
comments

5 comments!!!

  1. chacha says:

    boleh minta tentang keadaan alam madagascar gak ? :)

  2. I really appreciate what you’re doing here. Keep working that way. Take care!

  3. Levitra says:

    Hi! Thanks for your site! Actually I have never read anything that great.

  4. Ella says:

    i’d love to share this posting with the readers on my site. thanks for sharing!

  5. Carola Tyska says:

    Thanks for all your efforts that you have put in this. Very interesting info. “Things have never been more like the way they are today in history.” by Dwight D Eisenhower.

Reply