Oct 06

Jalan Sendiri? Kenapa Enggak!

Mungkin banyak orang yang lebih suka jalan bersama teman atau malah beramai-ramai. Tapi saya pribadi lebih suka jalan sendiri. Saya bukan tipe orang yang anti-sosial, tapi terkadang saat jalan sendiri itulah banyak yang bisa saya amati.

Terkadang orang yang jalan sendiri di tengah keramaian terlihat mengenaskan dan membuat banyak orang bertanya-tanya. Contohnya saya. Beberapa kali saya bepergian sendiri ke mall atau ke tempat makan. Pasti ada saja yang bertanya, “sendirian aja, mbak?” atau “ga sama pacarnya, neng?” Sebenarnya tipe pertanyaan ini yang paling membosankan. Dalam hati bergumam, “ya elah! emangnya harus banget ya jalan sama orang?” Tapi jawaban yang keluar adalah, “iya, lagi pengen sendirian..” sambil tersenyum.

Sejauh ini saya merasakan bahwa bepergian sendiri itu menyenangkan. Misalnya saat nonton film sekuel di bioskop. Kalau kita ajak orang yang gak ngerti apa-apa tentang film tersebut, kita bukannya konsentrasi tapi malah sibuk sendiri menjawab rentetan pertanyaan dari orang itu. Misalnya lagi, saat kita mau makan. Jika orang yang kita ajak tidak terbiasa makan di emperan sedangkan kita harus berhemat, bukankah ini akan merepotkan? Terpaksa kita harus mengikuti keinginan orang itu. Saat bepergian sendiri juga saya belajar untuk menjadi lebih mandiri. Saya terbiasa naik angkutan umum dan lama-kelamaan menjadi hafal dengan jalanan, walaupun masih seputaran Jakarta saja.

Bepergian sendiri itu terkadang enak, tapi ada tidak enaknya juga. Apalagi jika kita salah memilih waktu. Pernah satu kali saya iseng ke mall pada hari Sabtu siang sampai malam. Selama di mall, dimana-mana terlihat pasangan muda-mudi berangkulan berpacaran. Disaat mereka bisa bersenda-gurau, saya menghibur diri dengan bbm atau sms. Sejauh ini baru itu saja yang saya rasa kurang menyenangkan saat berjalan sendiri. Selebihnya nyaman-nyaman saja. Bagaimana, apakah kalian mau mencoba? :-)

1
comments

1 comment!

  1. [...] Jalan Sendiri? Kenapa Enggak! (6 Oktober 2011) [...]

Reply