Perdagangan melalui media online sudah banyak merambah di kalangan masyarakat. Cara belanja seperti ini dipilih masyarakat, termasuk saya, karena praktis dan bagus untuk mereka yang tidak sempat ke pusat perbelanjaan. Jika dulu mungkin hanya beberapa jenis barang yang diperdagangkan secara online, sekarang sudah hampir semua jenis barang diperjualbelikan secara online. Bahkan makanan dan hewan pun diperjualbelikan secara online.
Kalau ingin bertransaksi secara online, ada tiga cara pembayaran. Yang pertama, Anda bisa membayar secara online melalui internet banking. Yang kedua, Anda bisa membayar melalui ATM atau transfer melalui teller di bank. Yang ketiga, Anda bisa juga membayar setelah melihat barangnya dan deal dengan penjual. Cara yang paling sering saya gunakan adalah yang pertama. Karena kalau cara kedua atau ketiga, daripada saya pergi ke ATM/Bank atau janjian di suatu tempat, lebih baik saya pergi langsung ke toko dan membeli barang yang saya inginkan.
Untuk bisa melakukan transaksi secara online dengan internet banking, tentu saja harus mempunyai rekening yang telah didaftarkan untuk internet banking. Penjelasan mengenai ini saya bahas di “Lebih Praktis dengan Internet Banking“. Transaksi dengan cara ini memang praktis, tetapi juga beresiko. Maka dari itu, pintar-pintar lah memilih penjual yang terpercaya dan jangan asal mentransfer. Selama tiga tahun saya belanja online, belum pernah saya mengalami hal yang tidak mengenakkan. Untuk cara ketiga memang lebih aman, tetapi menurut saya agak merepotkan karena tetap harus keluar rumah. Intinya, dalam bertransaksi secara online, kepercayaan memang dibutuhkan. Namun kita sebagai pembeli harus selektif dalam memilih penjual agar tidak terjadi hal yang kurang menyenangkan.


[...] Posted in Artikel, Teori Organisasi Umum 30Dec Kalau di post sebelumnya saya membicarakan tentang belanja online dalam ruang lingkup lokal, maka kali ini saya akan membagikan pengalaman saya belanja online dari luar [...]
[...] Belanja Online (Lokal) (29 Desember 2011) [...]