Hari ini, dosen softskill masuk ke kelas kami untuk melakukan evaluasi dan memberikan kesempatan untuk perbaikan nilai. Sebelumnya dia berjanji akan masuk sebelum UTS, tetapi kenyataannya beliau baru bisa masuk setelah UTS.
Saat dia masuk, dia menyampaikan bahwa di kelas kami belum ada yang bisa diberi nilai A secara murni tanpa perbaikan. Ternyata kriteria untuk mencapai nilai A ini lumayan sulit. Beliau bilang bahwa di kelas sebelah ada yang diberi nilai A karena artikel yang dia post ada lebih dari 40. Saya? Saya hanya post 6 artikel, itu pun yang dibaca oleh beliau hanya 3.
Semua murid dipanggil satu persatu ke depan kelas sesuai dengan absen. Saya yang absennya paling terakhir, harus menunggu dengan sabar. Sambil menunggu giliran, saya bertanya kepada teman-teman yang sudah dipanggil terlebih dahulu mengenai nilai mereka. Ternyata rata-rata nilainya adalah B+. Nilai B+ ini masih diberikan kesempatan untuk perbaikan menjadi A.
Tiba lah saatnya saya dipanggil. Nilai saya pun B+. Beliau bilang desain blog saya harus lebih diperindah. Menurut saya indah ini relatif, berbeda setiap orangnya. Saya lebih suka desain blog yang sederhana dan terlihat bersih agar mudah dibaca dan juga tidak memakan waktu lama untuk loadingnya. Lalu, beliau bilang bahwa tugas review saya masih kurang satu, padahal saya sudah mengerjakan semua. Selain itu, beliau bilang saya harus memperbanyak artikel saya. Perbanyak disini, maksudnya harus lebih dari 20. Yang aneh adalah, saya mengerjakan enam artikel, tapi yang bisa dibaca oleh beliau hanya tiga. Entah kenapa. Akhirnya saya menunjukkan tugas dan artikel yang saya tulis melalui browser dari ponsel saya agar beliau percaya bahwa saya sudah mengerjakan semua review.
Intinya, tentu saya belum puas dengan hasil yang didapat. Sehingga saya akan menuruti kata-kata beliau untuk mengganti desain blog dan menambah artikel lebih dari 20. Kami semua diberi waktu seminggu untuk perbaikan.


[...] Evaluasi Softskill (27 Desember 2011) [...]