Hewan peliharaan adalah teman yang setia. Hewan yang biasanya menjadi peliharaan adalah kucing, anjing, ikan, hamster, kelinci, kura-kura, dan burung. Sedangkan ayam, sapi, kambing, biasanya untuk diternak.
Saya termasuk orang yang suka memelihara hewan. Terbukti bahwa saat saya SD, saya pernah memelihara kelinci dan kucing. Saat SMP, saya memelihara hamster. Dan untuk sekarang ini saya memelihara ikan dan kura-kura.
Dari beberapa hewan yang pernah saya coba untuk pelihara, kucing adalah yang paling menyenangkan. Pertama kali saya memelihara kucing adalah ketika teman saya meminta saya untuk memelihara satu dari tiga anak kucing yang ditinggal oleh induknya di rumahnya. Saya pun setuju walaupun belum meminta izin pada orang tua. Sekitar seminggu saya memelihara kucing secara diam-diam di loteng sampai akhirnya Ibuku tau. Untungnya beliau tidak marah, namun dia bilang bahwa saya harus bertanggung jawab penuh terhadap peliharaan baruku tersebut.
Kucing yang saya pungut itu masih sangat kecil dan berjenis kelamin betina. Sekitar lima bulan kemudian, kucing saya hilang. Walaupun kucing saya hanya kucing kampung biasa, tapi tetap membuat saya panik dan saya pun meminta teman-teman untuk membantu mencari. Untunglah kucing saya hanya hilang selama tiga hari. Dan tak lama kemudian, saya sadar bahwa kucing saya hamil. Merasa senang karena kucing saya hamil, saya sangat memanjakan dia. Sampai tiba waktunya dia melahirkan. Dia memilih untuk melahirkan di mesin cuci, entah kenapa. Saya pun membereskan mesin cuci agar nyaman dipakai untuk dia melahirkan. Saya ingat sekali saat iti pagi hari ketika saya akan berangkat sekolah. Kucing saya menghampiri saya yang sedang bersiap-siap di kamar. Saya melihat karena kucing saya berpose layaknya kucing mau pup. Karena takut dia akan mengotori lantai, maka saya menghampiri. Tetapi saya kaget karena melihat ada kepala anak kucing yang keluar. Ternyata dia bukan pup, melainkan melahirkan. Saya pun berteriak histeris dan akhirnya ibu saya menggendong si kucing ke mesin cuci. Saya melihat proses kelahiran kucing-kucing saya yang baru, totalnya ada lima. Ini benar-benar hal yang baru bagi saya. Saya sangat gemas dengan anak-anak.kucing yang baru lahir itu.
Sekitar sebulan kemudian, kucing saya kembali hilang. Saat itu saya tidak terlalu cemas karena saya sudah punya pengganti lima kucing yang lucu-lucu. Tak sampai seminggu, dia pulang dan hamil lagi. Kali ini anaknya empat dan warnanya pun bagus-bagus. Siklusnya pun berulang, dia hilang dan saat pulang hamil. Kali ini anaknya enam. Bisa dibayangkan banyaknya kucing di rumah saya. Tetapi seiring berjalannya waktu, kucing-kucing saya ada yang hilang, diminta orang, atau mati. Sampai akhirnya yang tersisa tinggal dua, si induk dan si anak kedua.
Saya tetap pelihara mereka, walaupun saya sempat pindah rumah. Sampai akhirnya si induk hilang. Kucing yang tersisa tinggal satu, saya pun merawatnya dengan baik. Tapi sayangnya dia pun ikut hilang. Entah apakah mereka berdua sekarang masih hidup atau mati karena kekurangan makanan. Saat ini, saya ingin sekali memelihara kucing lagi. Tapi sayangnya banyak anak kecil di rumah, dan pasti agak susah untuk meminta izin pada orang tua.

