Ya, rumahku seperti posyandu. Apalagi jika ditambah sepupu saya (yang sudah punya anak) sedang berkumpul semua di rumah.
Sebelumnya saya ceritakan dulu bahwa saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak saya keduanya sudah berkeluarga. Masing-masing dari mereka sudah punya anak, dan masing-masing dua. Umurnya pun beragam. Yang perempuan sudah 7 tahun. Yang laki-laki masing-masing 3 tahun, 1 tahun, dan terakhir adalah 1 bulan. Bisa terbayang kan kalau keempatnya sedang berada di rumah? Ini belum ditambah dengan sepupu-sepupu saya yang terkadang datang ke rumah, minimal sebulan sekali atau ketika ada acara di rumah. Rumah semakin seperti posyandu atau playgroup. Saya yang sebenarnya tidak terlalu suka dengan anak kecil, jadi mau tidak mau harus suka.
Kedua kakakku sudah pisah rumah dengan kami, tetapi rumahnya masih dekat dengan rumahku. Bisa ditempuh dengan jalan kaki saja. Jadi biasanya jika mereka kerja, anak-anak dititipkan di rumah. Kakak pertama saya yang baru saja melahirkan, masih cuti dari pekerjaannya. Bisa dibayangkan jika nanti kakak pertama saya kembali bekerja, akan ada empat anak kecil yang harus dimomong oleh Ibu saya dan saya (jika sedang tidak kuliah). Sebenarnya keberadaan mereka di rumah memang cukup membuat repot, karena rumah selalu berantakan dan tidak bisa rapi. Tapi jika mereka tidak ada, rumah menjadi sepi tidak ada hiburan.

